Puisi Ayah

Puisi Ayah, Syair Tentang Pengorbanan dan Perjuangan Ayah

Puisi Ayah

Puisi Ayah merupakan sebuah susunan kalimat yang berupa syair yang terdiri dari beberapa baris dan juga bait-bait yang menceritakan seorang ayah yang rela berkorban tenaga dan pikiran demi menafkahi istri dan pendidikan anak-anaknya.

Puisi adalah sebuah karya sastra yang didalamnya berupa kalimat yang menceritakan sesuatu hal. Puisi ada yang memiliki 2 baris, 3 baris dengan 4 bait dan 2 bait. Puisi berbeda dengan pantun. Pantun biasanya hanya memiliki 1 baris dengan 4 bait. Puisi yang memiliki baris dan bait yang paling sedikit adalah puisi singkat.

Puisi ayah ini saya buat untuk ayahku tercinta. Puisi ini menceritakan seorang ayah yang dengan segala kemampuannya rela pergi mencari nafkah dari pagi hingga menjelang petang.

Bagiku, ayah adalah sesosok pahlawan. Kadang-kadang apa yang dilakukannya tidak sepaham dengan anak-anaknya, tetapi maksud seorang ayah adalah demi kebaikan anak-anaknya.

Ayah memang merupakan tulang punggung keluarga. Ayah juga seorang pemimpin dalam keluarga. Meski ayah tidak pernah berkata lebih lembut dari seorang ibu, perkataan ayah selalu tepat dan baik untuk anaknya.

Seringnya kita tidak tahu apa yang ayah rasakan. Ayah tidak pernah mengeluh atau menampakkan rasa sakit, rasa letihnya kepada anak-anak juga istrinya. Ini adalah salah satu bentuk perjuangan dan pengorbanan seorang ayah terhadap keluarganya.

Meski pikirannya kacau, ayah masih saja tetap memikirkan anak dan istrinya. Sering kali ia melawan keletihannya juga kesakitannya demi memastikan kecukupan untuk anak istrinya baik materi ataupun non materi.

Puisi ayah yang saya susun ini adalah benar-benar buah pemikiran saya sendiri. Saya menuangkan setiap perasaanku tentang ayah kedalam sebuah kalimat-kalimat yang setelahnya saya susun menjadi sebuah puisi. Puisi ini saya buat khusus untuk ayah tercinta.

  1. Puisi Perjuangan dan Pengorbanan Ayah
  2. Puisi Rindu Ayah
  3. Puisi Terima Kasih Ayah

Puisi Perjuangan dan Pengorbanan Ayah

Berikut ini adalah puisi ayah yang memiliki judul: Perjuanganmu Terasa Sampai ke Detak Jantungku, Karya: Ahmad Bahrudin

Perjuanganmu Terasa Sampai Ke Detak Jantungku

Ayah...

Aku memandangmu dalam lelap tidurmu

Dalam dekap tanganku aku memegangmu

Luluh, hingga jantungku tak menentu

Putih rambutmu.. Juga Kerut kulitmu

Tanpa sadar berlinang mataku

Ayah...

Tanpamu aku tak berdaya

Mungkin endapan air mata ini mampu melukis pengorbananmu

Tak kuasa hati menahan jerit yang menggebu

Ayah...

Engkaulah penerang jalan hidupku

© Ahmad Bahrudin

Puisi Rindu Ayah

Puisi Rindu Ayah merupakan sebuah ungkapan rasa ingin bertemu seorang anak dengan ayahnya yang kini sudah tidak lagi bersamanya. Sebuah syair yang tersusun oleh bait-bait yang berupa kata kata tentang rindu pad sesosok pahlawan keluaga yaitu ayah.

Puisi rindu ini saya buat untuk ayah tersayang. Menceritakan betapa besar rasa kangen kepada ayah dan ingin sekalu memeluk ayah.

Syair tentang kerinduan anak kepada orang tuanya ini, bisa Anda simpan sebagai suatu ungkapan rasa sayang Anda kepada ayah dan betapa Anda merindukannya.

Puisi rindu ayah ini berisi 3 bait dengan 4 baris. Semoga dengan puisi yang saya buat secara khusu ini bisa menyembuhkan rasa rindu kita terhadap ayah yang kini telah tiada dan jauh dari kita.

Berikut ini adalah puisi ayah yang berjudul: Aku Rindu Padamu Ayah, Karya Ahmad Bahrudin:

Aku Rindu Padamu Ayah

Manis manja kau bisik suara di telinga kecilku

Saat gelap menutup gemilang cahaya surya

Aku rindu pada dia yang kini tiada

Sunyi...sendiri..disini

Tanpa arah aku memandang tiada warna... gelap gulita

Tanpa sadar kupanggil namamu... Ayah.. Ayah.. Ayah

Aku menuai rindu padamu yang kini tak lagi ada

Petang kini datang membayang... sendiri.. sunyi..

Engkau cahaya dunia bagiku

Dalam gelap aku rundu padamu.. Ayah

Sapalah aku sekali lagi

Ayah..

© Ahmad Bahrudin

Puisi Terima Kasih Ayah

Puisi berjudul Ayahku ini merupakan sebuah syair yang memiliki makna atau arti sebagai sebuah ungkapan rasa terima kasih seorang Anak terhadap orang tuanya. Puisi yang berisikan sebuah ungkapan seorang Anak atas semua yang telah Ayah lakukan dan korbankan demi pendidikan dan kesuksesan anak-anaknya.

Puisi ayahku ini memiliki 3 bait dengan masing-masing mempunya 4 baris. Ini merupakan karya sastra yang terbentuk dalam sebuah puisi yang saya susun sendiri sebagai cara seorang Anak yang ingin mengungkapkan rasa terima kasih kepada ayah atas semua perjuangan yang ayah lakukan kepada istri dan anaknya.

Dalam membuat puisi, tentu Anda harus benar-benar memahami serta menghayati keadaan yang sedang terjadi. Puisi harus memiliki makna yang tepat, menggambarkan suasana yang tepat serta waktu juga tempat harus benar-benar diperhatikan.

Berikut adalah puisi ayah yang berjudul: Terima Kasihku Teruntukmu Ayahku, Karya: Ahmad Bahrudin

Terima Kasihku Teruntukmu Ayahku

Terimakasih Ayah...

Kini mimpimu kian hari semakin nyata

Anganmu yang dulu tak mungkin, kini mungkin terjadi

Ingatkah engkau wahai ayahku...

Saat sakitmu tak lagi kau rasa?

Demi anakmu yang paling engkau cinta

Gelar sarjana sudah di depan mata

Anakmu ini beranjak dewasa

Terima kasih ayah... Terima kasih..

Kau tahu ayah...

Kaulah pandangan yang takkan sirna ditelan sang waktu

Terima kasihku teruntukmu ayahku...

© Ahmad Bahrudin

Harap Diperhatikan! Situs ini menggunakan cookies. Dengan mengunjungi situs ini, Anda setuju atas penggunaan cookies pada situs ini. Untuk informasi lebih detail silahkan Anda baca kebijakan privasi dan penggunaan cookies situs kami.